Senin, 8 November 2010 | 18:42 WIB
KOMPAS/IWAN SETIYAWAN
Ilustrasi pengungsi Merapi.
GUNUNG KIDUL, KOMPAS.com — Pengungsi letusan Gunung Merapi yang berada di Kabupaten Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, terus bertambah. Jumlah pengungsi hingga Senin (8/11/2010) pukul 16.00 WIB mencapai 10.602 orang.
"Pengungsi letusan Gunung Merapi sejak Jumat (5/11/2010) terus mengalami peningkatan dan hasil pendataan yang sudah disampaikan pemerintah kecamatan dengan total jumlah mencapai 10.602 orang," kata Sekda Pemkab Gunung Kidul, Joko Sasono, di Wonosari, Senin.
Jumlah pengungsi kemungkinan masih akan meningkat mengingat aktivitas Gunung Merapi belum menurun.
"Pemicu peningkatan pengungsi yang datang ke Kabupaten Gunung Kidul selain disebabkan belum menentunya kondisi gunung itu juga oleh merebaknya isu tentang akan adanya gempa dan letusan Gunung Merapi pada 7 dan 8 November 2010," katanya.
Menurut dia, jumlah pengungsi tersebut tersebar di seluruh wilayah di Kabupaten Gunung Kidul yang sebagian besar berada di rumah-rumah warga kemudian di Posko Rest Area Bunder dan di panti asuhan.
Pengungsi yang bertempat tinggal di rumah warga yang tersebar pada 18 kecamatan yang ada di Kabupaten Gunung Kidul secara total berjumlah 9.853 orang, pengungsi di posko pengungsian Rest Area Bunder 655 orang, dan di panti asuhan berjumlah 94 orang.
Pengungsi terbanyak berada di Kecamatan Playen 1.406 orang, kemudian Kecamatan Karangmojo 1.365 orang, Kecamatan Wonosari 1.352 orang, Kecamatan Semanu 910 orang, Kecamatan Patuk 802 orang, Kecamatan Gedangsari 773 orang, dan Kecamatan Nglipar 645 orang.
Adapun untuk Kecamatan Ngawen berjumlah 541 orang, Kecamatan Tanjungsari 413 orang, Kecamatan Ponjong 335 orang, Purwosari sebanyak 291 orang, Kecamatan Tepus 215 orang, dan Paliyan 240 orang.
Sementara itu, jumlah pengungsi di Kecamatan Saptosari 165 orang, Semin 144 orang, Rongkop 140 orang, Panggang 78 orang, dan Kecamatan Girisubo 15 orang.
"Pengungsi letusan Gunung Merapi sejak Jumat (5/11/2010) terus mengalami peningkatan dan hasil pendataan yang sudah disampaikan pemerintah kecamatan dengan total jumlah mencapai 10.602 orang," kata Sekda Pemkab Gunung Kidul, Joko Sasono, di Wonosari, Senin.
Jumlah pengungsi kemungkinan masih akan meningkat mengingat aktivitas Gunung Merapi belum menurun.
"Pemicu peningkatan pengungsi yang datang ke Kabupaten Gunung Kidul selain disebabkan belum menentunya kondisi gunung itu juga oleh merebaknya isu tentang akan adanya gempa dan letusan Gunung Merapi pada 7 dan 8 November 2010," katanya.
Menurut dia, jumlah pengungsi tersebut tersebar di seluruh wilayah di Kabupaten Gunung Kidul yang sebagian besar berada di rumah-rumah warga kemudian di Posko Rest Area Bunder dan di panti asuhan.
Pengungsi yang bertempat tinggal di rumah warga yang tersebar pada 18 kecamatan yang ada di Kabupaten Gunung Kidul secara total berjumlah 9.853 orang, pengungsi di posko pengungsian Rest Area Bunder 655 orang, dan di panti asuhan berjumlah 94 orang.
Pengungsi terbanyak berada di Kecamatan Playen 1.406 orang, kemudian Kecamatan Karangmojo 1.365 orang, Kecamatan Wonosari 1.352 orang, Kecamatan Semanu 910 orang, Kecamatan Patuk 802 orang, Kecamatan Gedangsari 773 orang, dan Kecamatan Nglipar 645 orang.
Adapun untuk Kecamatan Ngawen berjumlah 541 orang, Kecamatan Tanjungsari 413 orang, Kecamatan Ponjong 335 orang, Purwosari sebanyak 291 orang, Kecamatan Tepus 215 orang, dan Paliyan 240 orang.
Sementara itu, jumlah pengungsi di Kecamatan Saptosari 165 orang, Semin 144 orang, Rongkop 140 orang, Panggang 78 orang, dan Kecamatan Girisubo 15 orang.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar